Cap Tikus, Minuman Alkohol "Merakyat" di Tanah Minahasa

Minuman beralkohol atau yang lebih dikenal dengan Miras (Minuman Keras) memang saat ini dianjurkan untuk dihindari dikarenakan tingkat kejahatan yang semakin meningkat. Akan tetapi alkohol juga memiliki sisi baik yang berfungsi untuk meningkatkan sistem metabolisme bagi tubuh dan memberikan efek hangat pada saat dikonsumsi jika mengalami kedinginan pada saat berada d daerah dingin. Setiap daerah yang ada di Indonesia pun memiliki minuman alkohol lokal dengan ciri khas masing-masing. 

Cap Tikus, Minuman Alkohol "Merakyat" di Tanah Minahasa
Image: Shopee



Asal Usul Cap Tikus

Cap Tikus- Di provinsi Sulawesi Utara siapa yang tidak kenal dengan Cap Tikus? Minuman alkohol ini merupakan minuman khas yang berada di Sulawesi Utara yang diwariskan secara turun temurun. Cap Tikus sendiri berasal dari Pohon Aren yang disadap niranya atau bahasa lokal untuk pohon aren disebut sebagai Seho. Nama cap tikus itu sendiri pun memiliki dua versi yang berbeda. Pertama adalah tempat pembuatan Cap tikus yang disuling dengan menggunakan bambu dan dibentuk menyerupai jalan tikus. Versi yang kedua adalah pedagang cina yang menaruh minuman alkohol ini dalam botol dan diberi label Tjap Tikoes.


Lokasi penyulingan cap tikus di provinsi Sulawesi Utara banyak dijumpai di daerah Minahasa. Kadar alkohol yang dijual mulai dari kadar 30% sampai dengan 60%. Banyak petani yang menggantungkan kehidupan mereka dari penjualan minuman keras ini dan tidak sedikit pula banyak yang menyekolahkan anaknya hanya dengan berkebun pohon Aren untuk disadap niranya dan kemudian menyuling Cap Tikus. 


Para petani pun menjual cap tikus dengan harga untuk 1 galon yang berkisar 25 liter sekitar 400 ribu sampai 600 ribu tergantung kadar alkohol yang tergantung di dalamnya. Tentunya semakin tinggi kadarnya, semakin mahal juga harganya. Penjualan Cap Tikus sangat dilarang saat ini dikarenakan tingkat kejahatan yang terjadi kebanyakan berasal dari konsumsi alkohol jenis cap tikus. Namun warung warung kecil di daerah perkotaan misalnya Manado masih didapati menjual cap tikus.


Dampak Ekonomi Pro dan Kontra

Pro dan Kontra pun mewarnai adanya cap tikus ini dikarenakan minuman alkohol ini sudah menjadi bagian dari tradisi masyarakat terlebih khusus Minahasa. Sedangkan sisi lainnya para penegak hukum harus menghadapi dengan angka kriminal yang bertambah seiring dengan konsumsi cap tikus di kalangan remaja maupun dewasa yang sudah melewati batas normal yang menimbulkan kekacauan. Memang hal tersebut menjadi PR pemerintah untuk mengayomi para petani yang bergantung penghidupannya di situ akan tetapi tidak menutup kemungkinan juga masyarakat bisa memberi masukan ataupun solusi terhadap penjualan miras ini.  



Diakui dan Legal Dijual

Namun saat ini terdapat jenis cap tikus yang sudah dilabeli secara resmi dengan nama yang sama yaitu Cap Tikus. Minuman keras ini kamu bisa membelinya di bandara sebagai oleh oleh karena sudah terdaftar. Masyarakat juga bisa berharap cap tikus ini bisa diakui internasional dan juga terkenal bukan hanya di dalam negeri saja akan tetapi bisa menjadi produk dalam negeri yang bisa bersaing secara global dengan produk produk minuman alkohol yang lainnya.



Posting Komentar untuk "Cap Tikus, Minuman Alkohol "Merakyat" di Tanah Minahasa"